Puing-puing tanpa kaca
Terbang melayang
jauh menerka
Mencabik mencerca

Puing-puing tanpa kaca
Tak pernah mengerti fondasi
Kemana?
Bagaimana?

Puing-puing tanpa kaca
Taukah kau?
Dirimu hanyalah sebuah puing,
Kepingan busuk tanpa hati

Mencerca mencela
Tidaklah kau mengerti,
fondasi telah lelah menopangmu?
Menjadi tameng ego dan khayalanmu

Hanya tinggal kepingan kecil tanpa hati
Tanpa jiwa
Suara-suara naif, pedas menyiksa

Puing-puing tanpa kaca
Hanya puing, patahan roboh
Tak tersisa
Kau hanya butuh kaca

-Untuk lelaki tanpa hati
yang membutuhkan kaca- 
Terimakasih sudah membuatku menangis hari ini. Bukan hanya aku, melainkan banyak orang yang selama ini berusaha menjadi tameng ego dan kegengsianmu. Tidakkah bisa, sedikit saja kau gunakan hatimu?? Tidakkah bisa, kau menghilangkan suara-suara naif dan "busuk"??
Aku tertekan dengan caramu memperlakukan aku dan orang-orang yang sudah membantumu. Selama ini kau hanya menuntut! Hei, kau butuh kaca sobat! Tidakkah kau sadar, tanpa kita, kau hanyalah puing-puing dan kepingan yang tak bernyawa..
Kalau ada kesempatan, lebih baik aku mundur dari semua ini :')
Bukan maksud menjadi pengecut, tapi aku masih punya hati :)

Leave A Comment